2 Raja-Raja 5 (MAD2T*Pagi*13 Jan*Tahun 2)
2 Raja-raja 5
Penjelasan Singkat
Naaman disembuhkan
Isi Pasal
Naaman raja Aram disembuhkan dengan menaati perkataan Elisa.
Judul Perikop
Naaman disembuhkan (5:1-27)
Tafsiran: Di balik setiap tindakan baik atau buruk ada konsekuensinya. Demikian pula dengan ketaatan dan kesombongan. Ketaatan berujung pada hadirnya rahmat Allah, sedangkan kesombongan mendatangkan malapetaka.
Naaman merupakan seorang panglima Aram yang baik hati. Allah Israel memberkatinya dalam setiap medan perang, walaupun ia berkebangsaan Aram. Namun, untuk apa semua ketenaran dan kekayaan itu apabila dirinya menderita penyakit kusta (2 Raja-Raja 5:1). Di zaman itu, tiada obat yang mampu menyembuhkan penyakit kusta. Satu-satunya cara adalah kegigihan bertahan hidup sambil berharap adanya pertolongan.
Tidak diduga olehnya, salah satu pelayannya memberi informasi bahwa nabi Elisa sanggup menyembuhkan penyakit kusta (2 Raja-Raja 5:2-3). Informasi itu menimbulkan harapan di hatinya. Tanpa berpikir panjang Naaman berbenah, dan pamit kepada rajanya untuk berobat ke Samaria. Selain mempersiapkan surat jalan, ia mempersiapkan hadiah berupa barang berharga, emas, dan perak (2 Raja-Raja 5:4-6). Sesampai di rumah Elisa, bukan kesembuhan Ilahi yang dia alami, melainkan kekesalan hati (2 Raja-Raja 5:9, 11). Ternyata ia disuruh Elisa mandi di sungai Yordan tujuh kali (2 Raja-Raja 5:10). Sebagai seorang terpandang dan terhormat, Naaman merasa telah dihina oleh Elisa (2 Raja-Raja 5:12).
Alasan Elisa ada dua. Pertama, kuasa penyembuhan datang dari Allah Israel sehingga tempatnya pun haruslah di wilayah Israel, dan bukan tempat lain di Damsyik. Dengan cara ini jelas terlihat perbedaan mendasar antara Allah Israel yang hidup dengan patung sesembahan dewa-dewi bangsa Aram. Kedua, mematahkan kesombongan Naaman. Karena di hadapan Allah Israel, semua orang sederajat. Untungnya akal Naaman masih sehat sehingga ia mengikuti saran pegawainya (2 Raja-Raja 5:13-14). Ketaatannya membawa Naaman bertemu rahmat Allah dan pribadi Allah Israel sehingga mata rohaninya terbuka (2 Raja-Raja 5:15). Sejak saat itu, ia menjadikan Allah Israel sebagai Allahnya yang hidup (2 Raja-Raja 5:17-19).
Di luar rahmat Allah, kehidupan manusia penuh pemberontakan. Hanya ketaatan semata, hidup kita mendapatkan sentuhan Allah.
Anugerah Allah kepada Naaman sangat luar biasa. Ia tidak sekadar mengalami mukjizat penyembuhan, namun ia pun mengalami anugerah yang berdampak terus bagi kelanjutan sejarah hidupnya, karena dikatakan 'tubuhnya pulih kembali seperti tubuh seorang anak' (2 Raja-raja 5:14). Itu merupakan penggambaran dari anugerah Allah yang mengampuni dan mentransformasi hidup seseorang, karena pada zaman itu penyakit kusta diyakini sebagai hukuman Allah atas dosa manusia. Naaman menjadi manusia baru dengan identitas yang baru. Ini dibuktikan dengan pernyataannya bahwa 'di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel'. Ia tidak sekadar mengatakan bahwa Allah lebih berkuasa dari dewa-dewa Siria, namun dia pun mengakui bahwa hanya ada satu Tuhan yaitu Allah Israel dan ia mengadopsi iman Israel menjadi imannya sendiri. Ia mengambil identitas sebagai umat Allah -- identitas baru. Identitas Naaman yang baru ini juga ditandai dengan sikap dan karakter hidup yang baru. Hidupnya diwarnai dengan ucapan syukur kepada Allah yang dinyatakan dengan desakannya kepada Elisa untuk menerima penberiannya. Ia pun berketetapan untuk terus memiliki kehidupan yang kudus. Ini dinyatakan dengan permintaannya untuk membawa pulang tanah Israel untuk menguduskan altar yang ia akan bangun di negaranya. Selain itu Namaan juga menyadari bahwa hidupnya secara penuh bergantung kepada kemurahan Allah, karena masih ada hal-hal yang belum mampu ditinggalkan yaitu ketika ia harus bersujud di depan kuil Rimon karena mengantar tuannya.
Gehazi mempunyai kualitas hidup yang sangat berbeda dengan Naaman, karena ia tidak menerima anugerah Allah. Gehazi tidak lebih hanya sebagai pembawa berita anugerah karena ia tidak menerima anugerah Allah, sedangkan Naaman menerima, mengalami, dan hidup dalam anugerah itu. Karena itu tidak hanya sikap dan karakter Naaman yang lama muncul dalam kehidupannya, namun juga pelayanan yang selama ini dilakukan tidak mendapatkan pahala dari Allah, bahkan penyakit kusta Naaman melekat padanya dan keturunannya.
Renungkan: Anugerah Allah harus diterima, dialami, dan dihidupi agar kita mengalami kekuatan transformasinya yang akan menjadikan kita manusia baru dengan identitas baru, sikap hidup benar, dan karakter Ilahi.
Comments
Post a Comment